Pertanian merupakan sektor yang sangat penting bagi negara sebesar Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang banyak, pangan merupakan sektor yang sangat vital bagi negeri ini. Sayangnya Indonesia seringkali tidak dapat memenuhi kebutuhan tersebut dan terpaksa bergantung kepada negara lain. Banyak penyebab kurangnya kebutuhan pangan di Indonesia mulai dari kurangnya perhatian dari pemerintah, lahan pertanian yang terus berkurang, beralihnya petani menjadi pekerjaan lain, iklim dan lain sebagainya.  Salah satu masalah besar pada pertanian di Indonesia karena petani masih mengandalkan cara cara tradisional untuk penanganan terhadap pertanian mereka.

Dibeberapa negara maju yang lahan pertanian tidak sebegitu luas seperti Indonesia tetap bisa menyukupi kebutuhan pangan negerinya malah sampai sampai mengekspor hasil pertanianya. Kenapa itu bisa terjadi ? karena petani petani disana sudah menggunakan teknologi dalam bertani. Salah satu teknologi yang mereka pakai bernama precision agriculture atau precision farming. Precision agriculture merupakan strategi manajemen yang menggunakan teknologi informasi untuk membawa data dari berbagai sumber untuk membuat keputusan terkait dengan produksi tanaman. Kunci utama yang membedakan manajemen pertanian secara konvensional dengan precision agriculture adalah penggunaan teknologi informasi spasial (data yang memiliki gambaran wilayah permukaan bumi yang direpretasikan dalam bentuk grafik, peta, gambar dalam bentuk tertentu yang didapat dari alat seperti GIS, drone dll ) yang digunakan untuk mengumpulkan, memproses dan menganalisa berbagai sumber data spasial pertanian (pembibitan, pemupukan, pestisida, irigasi) secara kontinyu sebagai pendukung keputusan untuk optimalisasi hasil pertanian dengan mempertahankan sumber daya alam yang ada

Dengan memiliki data data tersebut mumudahkan petani dalam menganalisa lebih lanjut mengenai umur tanaman, prediksi masa panen, masa penanaman, survey tempat pertaniaan lain lain. Itu yang menyebabkan pasokan pangan kita masih rendah karena petani masih menggunakan cara tradisional contohnya bertanam hanya sesuai dengan patokan bulan saja. Perkembangan precision agriculture di negara berkembang seperti indonesai masih sedikit direalisasikan bahkan banyak orang belum apa itu precision agriculture.

Categories: Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »